Mau Blog Anda Terkenal?
Smart Science
19.33
Hehehe… aku mempunyai mimpi agar suatu hari nanti menjadi bloger terkenal atau setidaknya aku bisa terkenal melalui blog sendiri, walaupun artikel yang aku posting dan sederhana tapi alhamdulillah ada beberapa pengunjung yang mau berkenan hadir mengunjungi blog ku melalui website mesin pencarian semacam www.google.com atau yahoo.com, saya sangat berterima kasih sekali kepada paman google yang telah atau mengindeks blog saya agar bisa sampai pada netter yang membutuhkan beberapa artikel untuk keperluan kuliah atau sekedar pengetahuan umum individu.
Bermimpi dan memiliki tujuan sangatlah penting menurutku karena orang yang memiliki mimpi adalah orang yang mau diri nya berkembang baik dari segi financial ataupun pengetahuan untuk dirinya dan orang disekitar kita yang kita sayangi dan hormati. Bermimpi haruslah memiliki tujuan karena apa? Jika kita bermimpi tanpa memiliki tujuan yang jelas bisa digambarkan seperti kita berlari marathon lari terus sekencang kencangnya tanpa mengetahui garis finis apalah artinya dan apa yang kita dapat, mungkin kelelahan atau kegagalan yang sungguh menyesakkan dada.
Kembali pada topik diatas mengenai blog terkenal, jika kita ingin blog kita terkenal setidaknya kita sedikit banyak harus bisa mengetahui dasar ilmu seo, yang sekarang ini banyak dib log blog tetangga banyak diulas mengenai seo bagi blogger pemula seperti saya. Disamping seo, gaya penulisan yang baik juga mempengaruhi tingkat pengunjung blog yang bisa membuat blog anda terkenal.
Dibawah ini ada beberapa tips yang mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan agar blog anda bisa terkenal dan syukur bisa mendatangkan limpahan rejeki yang bejibun .
1. Rajin memposting artikel pada blog anda, setidak sehari sekali atau dua postingan artikel, saya sebagai blogger pemula sudah bisa merasakan limpahan trafik pengunjung dengan rajin posting.
2. Mengunjungi dan berbagi saran kepada blog tetangga dengan cara menulis links blog yang kita miliki pada kolom commentar.
3. Membuat judul posting yang simple dan mudah untuk dicari pada umumnya oleh para pencari berita atau artikel.
4. Optimasi seo juga penting karena seo berperan aktif dalam mendatangkan pengunjung blog melalui search angine, baik Google, yahoo atau media website mesin pencarian lainnya.
5. Balas dan berikan apa yang anda mau kepada pengunjung blog anda bila menanyakan hal yang berhubungan dengan apa yanga anda posting. Dengan begini pengunjung akan merasa betah dan senang bisa sampai pada blog anda.
6. Buatlah tampilan blog anda yang sesedap mungkin dipandang, dengan memakai template yang bagus yang tidak memperlambat akses untuk membuka blog anda, pengunjung akan kesal dan tidak jadi mengunjungi blog anda dikarenakan karena kelamaan untuk bisa membuka halaman blog anda.
Demikian tips simple dari saya semoga blog anda bisa terkenal dan memberikan limpahan pendapatan pasif untuk anda serta menambah semangat anda untuk senantiasa berbagi ilmu dan wawasan kepada saudara kita yang lain.
http://sobatbaru.blogspot.com/2009/10/tips-agar-blog-terkenal.html
Bermimpi dan memiliki tujuan sangatlah penting menurutku karena orang yang memiliki mimpi adalah orang yang mau diri nya berkembang baik dari segi financial ataupun pengetahuan untuk dirinya dan orang disekitar kita yang kita sayangi dan hormati. Bermimpi haruslah memiliki tujuan karena apa? Jika kita bermimpi tanpa memiliki tujuan yang jelas bisa digambarkan seperti kita berlari marathon lari terus sekencang kencangnya tanpa mengetahui garis finis apalah artinya dan apa yang kita dapat, mungkin kelelahan atau kegagalan yang sungguh menyesakkan dada.
Kembali pada topik diatas mengenai blog terkenal, jika kita ingin blog kita terkenal setidaknya kita sedikit banyak harus bisa mengetahui dasar ilmu seo, yang sekarang ini banyak dib log blog tetangga banyak diulas mengenai seo bagi blogger pemula seperti saya. Disamping seo, gaya penulisan yang baik juga mempengaruhi tingkat pengunjung blog yang bisa membuat blog anda terkenal.
Dibawah ini ada beberapa tips yang mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan agar blog anda bisa terkenal dan syukur bisa mendatangkan limpahan rejeki yang bejibun .
1. Rajin memposting artikel pada blog anda, setidak sehari sekali atau dua postingan artikel, saya sebagai blogger pemula sudah bisa merasakan limpahan trafik pengunjung dengan rajin posting.
2. Mengunjungi dan berbagi saran kepada blog tetangga dengan cara menulis links blog yang kita miliki pada kolom commentar.
3. Membuat judul posting yang simple dan mudah untuk dicari pada umumnya oleh para pencari berita atau artikel.
4. Optimasi seo juga penting karena seo berperan aktif dalam mendatangkan pengunjung blog melalui search angine, baik Google, yahoo atau media website mesin pencarian lainnya.
5. Balas dan berikan apa yang anda mau kepada pengunjung blog anda bila menanyakan hal yang berhubungan dengan apa yanga anda posting. Dengan begini pengunjung akan merasa betah dan senang bisa sampai pada blog anda.
6. Buatlah tampilan blog anda yang sesedap mungkin dipandang, dengan memakai template yang bagus yang tidak memperlambat akses untuk membuka blog anda, pengunjung akan kesal dan tidak jadi mengunjungi blog anda dikarenakan karena kelamaan untuk bisa membuka halaman blog anda.
Demikian tips simple dari saya semoga blog anda bisa terkenal dan memberikan limpahan pendapatan pasif untuk anda serta menambah semangat anda untuk senantiasa berbagi ilmu dan wawasan kepada saudara kita yang lain.
http://sobatbaru.blogspot.com/2009/10/tips-agar-blog-terkenal.html
Berkat atau Kutuk
Smart Science
23.15
Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin,
semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik.
Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah
di lihat begitu kemegahannya, keagungannya dan kekuatannya.
Orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi
orang tua itu selalu menolak, "Kuda ini bukan kuda bagi saya," ia
akan mengatakan. "Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat
menjual seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana kita
dapat menjual seorang sahabat."
Orang itu miskin dan godaan besar. Tetapi ia tetap tidak menjual kuda
itu.
Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya.
Seluruh desa datang menemuinya. "Orang tua bodoh," mereka mengejek
dia, "sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami
sudah peringatkan bahwa kamu akan di rampok. Anda begitu miskin. Mana
mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga?
Sebaiknya anda sudah menjualnya. Anda boleh minta harga apa saja.
Harga setinggi apapun akan di bayar juga. Sekarang kuda itu hilang
dan anda dikutuk oleh kemalangan."
Orang tua itu menjawab, "Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja
bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu;
selebihnya adalah penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak,
bagaimana Anda dapat ketahui itu? Bagaimana Anda dapat menghakimi?"
Orang protes, "Jangan menggambarkan kita sebagai orang bodoh! Mungkin
kita bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak di perlukan.
Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah kutukan."
Orang tua itu berbicara lagi, "Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang
itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu
kutukan atau berkat, saya tidak dapat katakan. Yang dapat kita lihat
hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti?"
Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka
memang selalu menganggap dia orang tolol; kalau tidak, ia akan
menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia
seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar
dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima
hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara
sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol.
Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di curi, ia lari
ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar
selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul di
sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan, "Orang tua, kamu
benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan sebenarnya berkat.
Maafkan kami."
Jawab orang itu, "Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja
bahwa kuda itu sudah balik. Katakan saja bahwa selusin kuda balik
bersama dia, tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini
adalah berkat?
Anda hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah
mengetahui seluruh cerita,bagaimana anda dapat menilai? Kalian hanya
membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai
seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan.
Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan? Hidup ini begitu luas,
namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu
kata. Yang anda tahu hanyalah sepotong!
Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah
puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa yang
saya tidak tahu."
"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu kepada yang
lain. Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati
mereka tahu bahwa ia salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas
kuda liar pulang bersama
satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan
dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang.
Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai
menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh
dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa
berkumpul sekitar orang tua itu dan menilai.
"Kamu benar," kata mereka, "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar.
Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya
puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak
ada siapa-siapa untuk membantumu. Sekarang kamu lebih miskin lagi."
Orang tua itu berbicara lagi, "Ya, kalian kesetanan dengan pikiran
untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan.
Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkat atau
kutukan? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita.
Hidup ini datang sepotong-sepotong."
Maka terjadilah 2 minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri
tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara.
Hanya anak si orang tua tidak diminta karena ia sedang terluka.
Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan
berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur.
Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan
perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka mungkin tidak akan melihat
anak-anak mereka kembali.
"Kamu benar, orang tua," mereka menangis, "Tuhan tahu kamu benar. Ini
membuktikannya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah,
tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk
selama-lamanya".
Orang tua itu berbicara lagi, "Tidak mungkin untuk berbicara dengan
kalian. Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu.
Katakan hanya ini: anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak
saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak
ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Allah yang tahu."
* * * *
Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian.
Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu
halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik
kesimpulan. Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai
kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.
semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik.
Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah
di lihat begitu kemegahannya, keagungannya dan kekuatannya.
Orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi
orang tua itu selalu menolak, "Kuda ini bukan kuda bagi saya," ia
akan mengatakan. "Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat
menjual seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana kita
dapat menjual seorang sahabat."
Orang itu miskin dan godaan besar. Tetapi ia tetap tidak menjual kuda
itu.
Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya.
Seluruh desa datang menemuinya. "Orang tua bodoh," mereka mengejek
dia, "sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami
sudah peringatkan bahwa kamu akan di rampok. Anda begitu miskin. Mana
mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga?
Sebaiknya anda sudah menjualnya. Anda boleh minta harga apa saja.
Harga setinggi apapun akan di bayar juga. Sekarang kuda itu hilang
dan anda dikutuk oleh kemalangan."
Orang tua itu menjawab, "Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja
bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu;
selebihnya adalah penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak,
bagaimana Anda dapat ketahui itu? Bagaimana Anda dapat menghakimi?"
Orang protes, "Jangan menggambarkan kita sebagai orang bodoh! Mungkin
kita bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak di perlukan.
Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah kutukan."
Orang tua itu berbicara lagi, "Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang
itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu
kutukan atau berkat, saya tidak dapat katakan. Yang dapat kita lihat
hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti?"
Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka
memang selalu menganggap dia orang tolol; kalau tidak, ia akan
menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia
seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar
dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima
hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara
sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol.
Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di curi, ia lari
ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar
selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul di
sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan, "Orang tua, kamu
benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan sebenarnya berkat.
Maafkan kami."
Jawab orang itu, "Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja
bahwa kuda itu sudah balik. Katakan saja bahwa selusin kuda balik
bersama dia, tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini
adalah berkat?
Anda hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah
mengetahui seluruh cerita,bagaimana anda dapat menilai? Kalian hanya
membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai
seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan.
Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan? Hidup ini begitu luas,
namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu
kata. Yang anda tahu hanyalah sepotong!
Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah
puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa yang
saya tidak tahu."
"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu kepada yang
lain. Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati
mereka tahu bahwa ia salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas
kuda liar pulang bersama
satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan
dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang.
Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai
menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh
dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa
berkumpul sekitar orang tua itu dan menilai.
"Kamu benar," kata mereka, "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar.
Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya
puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak
ada siapa-siapa untuk membantumu. Sekarang kamu lebih miskin lagi."
Orang tua itu berbicara lagi, "Ya, kalian kesetanan dengan pikiran
untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan.
Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkat atau
kutukan? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita.
Hidup ini datang sepotong-sepotong."
Maka terjadilah 2 minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri
tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara.
Hanya anak si orang tua tidak diminta karena ia sedang terluka.
Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan
berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur.
Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan
perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka mungkin tidak akan melihat
anak-anak mereka kembali.
"Kamu benar, orang tua," mereka menangis, "Tuhan tahu kamu benar. Ini
membuktikannya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah,
tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk
selama-lamanya".
Orang tua itu berbicara lagi, "Tidak mungkin untuk berbicara dengan
kalian. Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu.
Katakan hanya ini: anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak
saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak
ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Allah yang tahu."
* * * *
Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian.
Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu
halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik
kesimpulan. Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai
kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.
Cara Alam Menghibur Kita
Smart Science
20.16
Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita
lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan.
Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik
datang membakar hari. Sebalkah anda?
Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi
perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat.
Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain
malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah.
Sebalkah anda? Mengapa keadaan seringkali tak bersahabat?
Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak.
Inikah yang disebut dengan "ketidakmujuran"?
Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara
alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri sendiri, dan
bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari kerena kita
tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan
diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak
tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum,
meski serasa kecut, tak apalah.
lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan.
Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik
datang membakar hari. Sebalkah anda?
Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi
perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat.
Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain
malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah.
Sebalkah anda? Mengapa keadaan seringkali tak bersahabat?
Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak.
Inikah yang disebut dengan "ketidakmujuran"?
Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara
alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri sendiri, dan
bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari kerena kita
tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan
diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak
tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum,
meski serasa kecut, tak apalah.
Berhentilah Anda Mengeluh
Smart Science
21.01
Pantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai
sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah
anda berkesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan
yang memungkinkan anda membenahi sesuatunya.
Apakah anda bermaksud menyia-nyiakan semua itu, lantas
menyingkirkan beban tanggung jawab dari pundak anda?
Jangan! Jangan biarkan semua kekuatan yang ada pada diri
anda terjungkal hanya karena anda berkeluh kesah. Ayo,
tegarkan hati. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat
hilang hanya karena tak tahu apa jawaban atas persoalan
anda.
Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan anda.
Ambillah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang
ada dalam benak anda. Lalu temukan lagi secercah sinar di
balik awan galaksi. Dan, mulailah ambil langkah baru.
Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding
anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena
mereka tak sempat lagi mengeluh. Beban kehidupan yang berat
lebih suka mereka jalani daripada disesali. Jika demikian,
apakah anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan
hidup?
sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah
anda berkesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan
yang memungkinkan anda membenahi sesuatunya.
Apakah anda bermaksud menyia-nyiakan semua itu, lantas
menyingkirkan beban tanggung jawab dari pundak anda?
Jangan! Jangan biarkan semua kekuatan yang ada pada diri
anda terjungkal hanya karena anda berkeluh kesah. Ayo,
tegarkan hati. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat
hilang hanya karena tak tahu apa jawaban atas persoalan
anda.
Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan anda.
Ambillah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang
ada dalam benak anda. Lalu temukan lagi secercah sinar di
balik awan galaksi. Dan, mulailah ambil langkah baru.
Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding
anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena
mereka tak sempat lagi mengeluh. Beban kehidupan yang berat
lebih suka mereka jalani daripada disesali. Jika demikian,
apakah anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan
hidup?

